Menko Airlangga Ungkap Dampak Kasus Penyadapan Prabowo ke Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375863/original/005144900_1792236770-publikasi_1792235915_6ad3598b00419.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto lebih berdampak pada dinamika sentimen pasar ketimbang mengganggu kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Pemerintah dipastikan akan terus mengawal agar fundamental ekonomi nasional tetap kokoh di tengah mencuatnya isu keamanan tersebut.
Airlangga sangat menyayangkan terjadinya insiden penyadapan yang menimpa kepala negara. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ini harus dipilah antara dampak psikologis jangka pendek dan realitas fundamental perekonomian.
"Tentu sangat disayangkan terjadi penyadapan. Dampaknya ini bukan dari segi fundamental, melainkan dari sentimen," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, pergerakan ekonomi memang tidak lepas dari faktor psikologis para pelaku pasar. Oleh karena itu, pemerintah fokus memastikan indikator-indikator utama perekonomian tetap terjaga stabil.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Tira Santia. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331878/original/027172900_1787576616-email-attachment_2026_08_24_immanuel-christian_luke-mahony-ungkap-peran-dsi-dalam-ekspor-dan-perekonomian_IMG_6647.jpeg)


