Liputan6 Bacaan 1 menit

Menghidupkan Kembali Aksara Lokal di Ruang Internet Global

Menghidupkan Kembali Aksara Lokal di Ruang Internet Global
UNESCO bersama ICANN merilis panduan kebijakan Universal Acceptance untuk mengatasi jurang keberagaman budaya di ruang digital. Credit: UNESCO

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan Rapat Tahunan Tata Kelola Internet ke-87 (ICANN87) di Bali menandai babak baru bagi pelestarian budaya Indonesia di ranah siber.

Pada 19 Oktober 2026, domain tingkat dua berbasis aksara daerah--meliputi Aksara Bali, Jawa, hingga aksara berbasis Arab Nusantara seperti Pegon, Jawi, dan Arab Melayu--resmi diluncurkan ke publik.

Kendati demikian, membawa aksara tradisi ke lanskap internet baru berupa langkah awal. Tantangan utamanya kini terletak pada kesiapan infrastruktur teknis agar aksara-aksara tersebut mampu beroperasi secara mulus di berbagai aplikasi, situs web, layanan digital, hingga ekosistem surat elektronik.

Ketua Kelompok Kerja Internationalized Domain Name (Pokja IDN) PANDI, Heru Nugroho, menegaskan bahwa kesetaraan bahasa dan aksara di ranah internet global bergantung pada penerapan Universal Acceptance (UA).

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Iskandar. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda