Menghidupkan Kembali Aksara Lokal di Ruang Internet Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384076/original/043223800_1793155506-Unesco.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan Rapat Tahunan Tata Kelola Internet ke-87 (ICANN87) di Bali menandai babak baru bagi pelestarian budaya Indonesia di ranah siber.
Pada 19 Oktober 2026, domain tingkat dua berbasis aksara daerah--meliputi Aksara Bali, Jawa, hingga aksara berbasis Arab Nusantara seperti Pegon, Jawi, dan Arab Melayu--resmi diluncurkan ke publik.
Kendati demikian, membawa aksara tradisi ke lanskap internet baru berupa langkah awal. Tantangan utamanya kini terletak pada kesiapan infrastruktur teknis agar aksara-aksara tersebut mampu beroperasi secara mulus di berbagai aplikasi, situs web, layanan digital, hingga ekosistem surat elektronik.
Ketua Kelompok Kerja Internationalized Domain Name (Pokja IDN) PANDI, Heru Nugroho, menegaskan bahwa kesetaraan bahasa dan aksara di ranah internet global bergantung pada penerapan Universal Acceptance (UA).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Iskandar. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382905/original/032016400_1793023640-iPad_Mini_2.jpg)

