Kantong Petani Kian Tebal di Oktober, Cabai Merah-Tomat Jadi Penopang

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan seiring kenaikan harga yang diterima petani pada periode Oktober 2026. Kenaikan ini terutama ditopang oleh subsektor hortikultura yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkapkan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 1,55%. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,41%.
"Komoditas yang dominan memengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, jagung, cabai merah, dan gabah," ujar Ateng dalam paparan BPS, Senin (2/11/2026).
Jika dilihat berdasarkan subsektor, NTP tanaman pangan (NTPP), NTP hortikultura (NTPH), dan NTP perkebunan rakyat (NTPR) mengalami kenaikan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)


