Harga Tiket dan Kabut Asap Bikin WNI Kurangi Melancong ke Luar Negeri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4448495/original/085494100_1685518671-WhatsApp_Image_2023-05-31_at_12.59.05.jpeg)
Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dalam industri pariwisata ramah Muslim dunia. Berdasarkan laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis Jumat, 30 Oktober 2026, Indonesia menempati peringkat kedua dengan skor 79 dari 100.
Posisi ini naik tiga tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, saat Indonesia berada di urutan kelima. Pencapaian tersebut diraih bersama Turki dan Arab Saudi yang juga mengantongi skor 79.
Sementara itu, Malaysia masih menduduki posisi teratas dengan nilai 83. Untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Singapura menjadi yang tertinggi dengan menempati peringkat ke-10 dan skor 73.
Memasuki edisi ke-11, GMTI mengevaluasi 150 destinasi berdasarkan kesiapan dalam memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Penilaian dilakukan melalui lebih dari 60 kumpulan data yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama atau ACES, yakni Access, Communication, Environment, dan Services.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939560/original/067603300_1725802667-Harga_tiket_pesawat_domestik_menjadi_mahal-HERMAN_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388556/original/057361700_1793625551-unnamed__1_.jpg)
