Harga Rumah Makin Mahal, Rumah Lelang-Rumah Bekas Jadi Alternatif?

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar properti primer atau rumah baru menghadapi tantangan di tengah kenaikan harga material bangunan dan biaya pembangunan. Kondisi ini membuat harga rumah yang ditawarkan pengembang semakin sulit dijangkau sebagian masyarakat. Di sisi lain, pasar properti sekunder atau rumah bekas berpotensi menjadi alternatif karena menawarkan pilihan harga dan lokasi yang lebih beragam.
Pengamat Properti Panangian Simanungkalit menilai, salah satu persoalan yang membuat pasar rumah baru sulit bergerak adalah keinginan pengembang untuk terus menaikkan harga jual, sementara kemampuan konsumen tidak selalu mengikuti kenaikan tersebut. Akibatnya, rumah yang sudah dipasarkan selama bertahun-tahun belum tentu terserap oleh pembeli.
"Kalau harga bangunan naik dan macam-macam biaya ikut naik, tetapi harga rumah tidak bisa disesuaikan, pengembang juga menjadi malas membangun. Sementara kalau harga jualnya terlalu tinggi, konsumen juga tidak mau membeli.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Ferry Sandi. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3387759/original/098900800_1614331017-20210226-LPS-1.jpg)


