Harga Minyak Melonjak 2% Imbas Kekhawatiran Ketegangan di Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan ditutup ke level tertinggi sejak akhir April. Kenaikan harga minyak ini seiring pelaku pasar bersiap menghadapi potensi ketegangan dalam perang yang melibatkan Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS). Selain itu, sebuah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz turut menyoroti risiko pasokan.
Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), harga minyak Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir Jumat, ditutup naik US$ 2,76 atau 2,4% menjadi US$ 117,64 per barel. Hal ini setelah sempat menyentuh level tertinggi di US$ 118. Harga minyak untuk kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan naik US$ 2,63 menjadi US$ 113,43.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Agustina Melani. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4128849/original/008380900_1660882071-000_328M64Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175716/original/069148400_1664458437-Pemprov_DKI_Akan_Dukung_Pencabutan_Status_Pandemi_Covid-19-IQBAL_6.jpg)
