Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kenaikan harga cabai masih terjadi akibat faktor cuaca yang menekan produksi. Pemerintah pun mengandalkan distribusi pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan untuk meredam lonjakan harga.
Budi mengatakan, pemerintah telah mengirimkan sebanyak 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus produksi cabai, sementara wilayah tujuan membutuhkan tambahan pasokan.
"Jadi cabai kemarin kita ngirim ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai," ujar Budi saat ditemui di Jakarta.
Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)