CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Gempa Megathrust Bangkitkan Tsunami 8 Meter, Sapu Pesisir Pangandaran

Gempa Megathrust Bangkitkan Tsunami 8 Meter, Sapu Pesisir Pangandaran
Foto: (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beberapa saat lalu mengungkapkan bahwa proses terbentuknya tsunami Pangandaran pada 2006 kemungkinan lebih kompleks dari yang selama ini diketahui.

Selain dipicu oleh gempa bumi, tsunami tersebut diduga turut melibatkan pergerakan massa bawah laut yang memperkuat gelombang sekaligus mempercepat waktu kedatangannya ke wilayah pesisir.

Peneliti Pusat Riset Laut Dalam (PRLD) BRIN, Wiko Setyonegoro, menjelaskan bahwa tsunami Pangandaran merupakan salah satu contoh tsunami earthquake. Istilah tersebut merujuk pada fenomena ketika gelombang tsunami yang terbentuk memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan perkiraan berdasarkan parameter gempa yang tercatat.

"Tsunami Pangandaran merupakan salah satu contoh tsunami earthquake, yakni kondisi ketika gelombang tsunami yang terjadi jauh lebih besar dibandingkan estimasi berdasarkan parameter gempa yang tercatat," ungkap Wiko, beberapa saat lalu.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Lynda Hasibuan. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda