Liputan6 Bacaan 1 menit

Gebrakan 5.000 Guru Pertahankan 'Jantung Pendidikan' dari Disrupsi AI

Gebrakan 5.000 Guru Pertahankan 'Jantung Pendidikan' dari Disrupsi AI
Festival Guru 2026. Credit: ORBIT Edutech

Liputan6.com, Jakarta - Inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kian pesat kerap memicu kecemasan di sektor pendidikan dasar dan menengah.

Muncul kekhawatiran AI akan menyuburkan praktik kecurangan di kalangan siswa, sekaligus mengikis peran pendidik di masa depan. Namun, narasi ancaman tersebut kini mulai bergeser menjadi peluang integrasi teknologi secara adaptif.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI menggarisbawahi bahwa kehadiran AI tidak akan mereduksi signifikansi figur pendidik.

Teknologi diakui ampuh menjawab berbagai pertanyaan normatif, tetapi tetap memiliki keterbatasan fundamental dalam pembentukan karakter peserta didik.

"Tidak sedikit guru yang bertanya dalam hati, apakah saya masih dibutuhkan? Kami meyakini guru justru makin dibutuhkan," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen RI, Nunuk Suryani, dalam keterangannya, Minggu (8/11/2016).

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Iskandar. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda