FBI Tuding Korea Utara Retas Binance hingga Rp108,8 T

Biro Investigasi Federal AS (FBI) menuduh Korea Utara berada di balik aksi peretasan bursa kripto Binance dengan nilai kerugian mencapai lebih dari US$6 miliar atau setara Rp108,79 triliun (kurs Rp18.130 ). Aksi pencurian aset virtual ini disebut sebagai peretasan bursa kripto terbesar sepanjang sejarah.
Mengutip AFP, Binance memberikan jaminan penuh untuk menanggung seluruh kerugian finansial yang dialami penggunanya. Bursa platform kripto terbesar di dunia itu mengonfirmasi telah menyisihkan lebih dari US$6,34 miliar atau sekitar Rp114,96 triliun dari dana kas internal perusahaan.
Sebagian besar dana tersebut telah dialokasikan untuk membeli kembali token untuk mengganti 90 persen aset yang hilang, sementara sisanya membutuhkan waktu karena masalah likuiditas.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



