Liputan6 Bacaan 1 menit

Dolar AS Melemah Usai Pemilu Paruh Waktu, Rupiah Dibuka Menguat

Dolar AS Melemah Usai Pemilu Paruh Waktu, Rupiah Dibuka Menguat
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain sentimen politik AS, penguatan rupiah juga didukung penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 10,1 basis poin menjadi 4,86 persen. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS melemah ke level 101,3.

Tekanan terhadap dolar AS turut dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent merosot lebih dari 8 persen hingga berada di sekitar US$ 95 per barel.

Harga Brent turun US$ 8,55 atau 8,25 persen menjadi US$ 95,05 per barel pada Rabu (4/11/2026) pukul 18.50 GMT. Sementara itu, minyak mentah WTI melemah US$ 7,81 atau 8,13 persen menjadi US$ 88,28 per barel.

Di dalam negeri, sentimen positif terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia yang melandai ke level 7,67 persen.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda