BPS Ungkap Alasan Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Jauh di Atas Proyeksi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari perkiraan sejumlah lembaga yang sebelumnya memproyeksikan ekonomi akan tumbuh lebih lambat.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, capaian tersebut dihitung menggunakan metodologi statistik terstandarisasi internasional dengan dukungan ribuan jenis data.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan, penghitungan pertumbuhan ekonomi oleh BPS mengacu pada System of National Accounts (SNA) 2008. Metodologi tersebut juga digunakan oleh kantor statistik nasional di berbagai negara.
Dalam proses penghitungan produk domestik bruto (PDB), BPS menggabungkan berbagai sumber data aktual, baik yang dikumpulkan secara internal maupun berasal dari pencatatan administrasi kementerian/lembaga, BUMN, hingga sumber data eksternal dan big data yang relevan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4245436/original/044403400_1669815714-UMP_DKI_Jakarta_Naik_Tapi_Ditolak_Pengusaha-merdeka.jpg)