Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,47%, Ada Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447080/original/018669100_1685440088-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-2.jpg)
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang perbaikan ekspor dan stimulus pemerintah. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menilai penguatan ekonomi kuartal III 2026 lebih banyak dipengaruhi kondisi eksternal, terutama perbaikan ekspor neto.
"Jadi kalau kita lihat, perbaikannya lebih kepada perbaikan kondisi eksternal dibandingkan dengan perbaikan kondisi domestik. Artinya ini masih menjadi PR kita kalau kita mau sustain growth-nya di tahun ini dan tahun depan, yang domestik ini juga harus ikut," kata Faiz.
Bank Danamon menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,35 persen dari sebelumnya 5,2 persen. Untuk 2027, proyeksinya meningkat menjadi 5,26 persen dari 5,1 persen.
Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,9-5,7 persen.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380605/original/055064600_1792727099-IMG-20261023-WA0015.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)