ChatGPT Diseret ke Meja Hijau, Dituding Bantu Istri Rencanakan Racuni Suami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1106799/original/086489900_1452475545-shutterstock_Poison.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - James Gates, pria asal North Carolina, Amerika Serikat, menggugat OpenAI karena menilai ChatGPT membantu istrinya, Cheryl Gates, merencanakan peracunan terhadap dirinya.
Gugatan itu menuduh chatbot memberikan informasi yang bisa digunakan untuk menyusun rencana pembunuhan.
Dikutip dari CNET, Jumat (6/11/2026), OpenAI mengatakan, “Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami telah memblokir akun pengguna ini dan memberikan informasi kepada aparat penegak hukum sebagai bagian dari penyelidikan kasus tersebut.”
Kasus bermula ketika James jatuh sakit parah pada musim panas 2025 (Juni-Agustus). Sekitar dua bulan kemudian, ia menemukan catatan tulisan tangan yang diduga berkaitan dengan rencana istrinya.
Catatan itu juga memuat instruksi untuk menghapus percakapan dan keluar dari akun ChatGPT.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.



