CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Bos-Bos Tambang Tiba-Tiba Tahan Belanja Alat Berat, Ada Apa?

Bos-Bos Tambang Tiba-Tiba Tahan Belanja Alat Berat, Ada Apa?
Foto: PTBA telah mengoperasikan 7 unit Shovel Listrik (PC3000-6E), 40 unit Hybrid Dump Truck (Belaz-75135), dan 6 Pompa Tambang berbasis listrik (Dok PTBA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perusahaan pembiayaan atau multifinance ikut terkena dampak dari tertahannya ekspansi sektor pertambangan sepanjang 2026. Ketidakpastian perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) membuat sejumlah perusahaan tambang menunda pembelian maupun penggantian alat berat. Akibatnya, penyaluran pembiayaan investasi di sektor ini mengalami tekanan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab pertumbuhan industri multifinance jauh dari target yang ditetapkan pada awal tahun. Pembiayaan investasi, khususnya untuk kebutuhan alat berat, selama ini menjadi salah satu segmen bisnis perusahaan pembiayaan yang menyasar kontraktor dan perusahaan pertambangan.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, ketidakpastian perizinan membuat pelaku usaha pertambangan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan belanja modal atau capital expenditure (capex). Meski kegiatan operasional tambang tetap berjalan, perusahaan belum berani melakukan ekspansi besar-besaran sebelum mendapatkan kepastian izin.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Ferry Sandi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda