BBC Indonesia Bacaan 7 menit

Binance dibobol peretas, Korea Utara bantah tuduhan keterlibatan – 'Ini pencurian kripto terbesar dalam sejarah'

Binance dibobol peretas, Korea Utara bantah tuduhan keterlibatan – 'Ini pencurian kripto terbesar dalam sejarah'
Keterangan gambar, Ilustrasi foto, logo Binance ditampilkan pada layar ponsel pintar di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China, pada 30 Oktober 2026.

Korea Utara membantah tuduhan bahwa negara itu berada di balik peretasan senilai US$6,3 miliar (Rp114,3 triliun) terhadap bursa mata uang kripto Binance, dan menyebut tuduhan tersebut sebagai "retorika yang absurd".

Kim Yo-jong, pejabat senior Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) sekaligus saudara perempuan Kim Jong Un, pada Selasa (03/11) mengatakan bahwa tuduhan itu merupakan "upaya jahat" dari Amerika Serikat untuk merusak citra Korea Utara di mata publik.

Sebelumnya, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), Secret Service, dan para analis siber menyatakan bahwa Korea Utara berada di balik peretasan tersebut, yang disebut sebagai "peretasan terbesar dalam sejarah".

Ini merupakan kejadian peretasan terbaru yang dikaitkan dengan Korea Utara, yang dituduh mengandalkan kejahatan siber untuk membantu membiayai perekonomiannya yang dikenai sanksi.

Lanjutkan membaca di BBC Indonesia

Kutipan awal dari BBC Indonesia, ditulis oleh Osmond Chia. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda