Banyak Situs Tumbang, Seberapa Bahaya Celah PHP yang Ditemukan AI?

Jutaan situs web di seluruh dunia berisiko mengalami lebih banyak upaya serangan siber akibat temuan dua celah keamanan pada sistem Hypertext Preprocessor (PHP) yang ditemukan AI. Banyak situs web memutuskan untuk menutup layanannya sementara untuk mencegah pembobolan.
PHP adalah bahasa pemrograman yang menjadi dasar bagi sebagian besar situs web di dunia selama lebih dari 30 tahun. Sejumlah sistem manajemen konten (CMS) seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento juga menggunakan teknologi ini.
Para peneliti dan pakar keamanan siber secara berkala menguji sistem untuk mencari kerentanan dan celah keamanan, lalu memperbaikinya ketika ditemukan. Sejak awal 2026, AI digunakan dalam proses ini untuk mempercepat identifikasi potensi kerentanan sistem.
Mereka mengatakan telah bekerja sama dengan model terdepan Anthropic untuk memindai kode PHP, dan telah memasukkan proyek PHP ke dalam program Patch the Planet dari OpenAI, yang menemukan masalah tersebut bersamaan dengan Ryan A dari Calif pada pertengahan Agustus.
Temuan tersebut berupa dua celah keamanan yang sangat berisiko di PHP dan selama bertahun-tahun ini luput dari perhatian. Awalnya, para pakar dan pihak pengembang merahasiakan pengungkapan kerentanan tersebut.
Namun, rumor telah tersebar di forum media sosial, sehingga mereka segera mengumumkannya dan menyarankan penutupan akses layanan web sementara sampai pembaruan sistem keamanan sepenuhnya dilakukan.
Melansir The Guardian, sekitar 70 persen situs web di internet menggunakan PHP dan itu berarti jutaan situs terancam akibat kerentanan tersebut. Layanan pemerintah, toko online, bank, bahkan situs media seperti Wikipedia dan Facebook termasuk di antaranya.
Sejumlah situs web lembaga dan organisasi pemerintah Amerika, Inggris, Prancis, Belanda, Kanada, Jepang, Jerman, dan hampir seluruh dunia juga telah dinonaktifkan sementara untuk mencegah pembobolan bagi peretas yang memanfaatkan celah keamanan tersebut.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



