CNN Indonesia Bacaan 7 menit

Bahlil Tahan Ekspor Energi ke Singapura, Untung atau Buntung?

Bahlil Tahan Ekspor Energi ke Singapura, Untung atau Buntung?
Rangkaian perubahan kebijakan berpotensi meningkatkan ketidakpastian dan pembiayaan proyek, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang dampak ekonomi dan politik. (FOTO:REUTERS/ALY SONG).

Pemerintah Indonesia mengambil sejumlah langkah di sektor energi di tengah ketegangan dengan Singapura terkait kabut asap lintas negara. Setelah memangkas pasokan gas pipa sebesar 31 BBTUD, kini RI menahan rencana ekspor listrik dan meminta ekspor sumber daya alam (SDA), termasuk mineral, batu bara, dan gas alam cair (LNG), tidak lagi melalui negara transit.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia masih membutuhkan listrik untuk kebutuhan domestik. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kekuatan daya tawar energi Indonesia, potensi penerimaan negara, hingga risiko terhadap investasi dan hubungan ekonomi dengan Singapura.

Lantas, apakah penahanan ekspor listrik memang didasarkan pada kebutuhan domestik atau menjadi pesan politik? Seberapa besar ketergantungan Singapura terhadap energi Indonesia, dan apakah kebijakan tersebut cukup kuat untuk menekan negara itu?

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh Laurent Nabilla Zahra. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda