Bahlil Kaji Moratorium Smelter Untuk Produk Nikel Setengah Jadi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana untuk membatasi pembangunan baru fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter) nikel yang hanya menghasilkan produk setengah jadi. Tidak lain, hal itu karena porsi produk nikel setengah jadi dalam negeri sudah terlalu mendominasi.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa program hilirisasi nikel yang berjalan saat ini didominasi oleh hasil produk tingkat menengah.
Bahlil sendiri telah memerintahkan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara untuk menghitung kelayakan kelanjutan izin smelter produk setengah jadi tersebut.
"Tetapi jujur saya katakan kepada teman-teman pengusaha, industri hilirisasi kita sekarang masih mayoritas produknya itu baru di tengah. Baru di 60%, 50% dan ini meledak sekarang.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Firda Dwi Muliawati. Hak cipta artikel milik penerbit.



