Astra Umumkan Penerima SATU Indonesia Awards 2026 dan Siapkan 7 Inisiatif Sosial Jelang Usia 70 Tahun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385752/original/055513900_1793267803-20261028_110321.jpg)
Atikah menjelaskan sebagian tanah ulayat di Sumatera Barat masih memiliki potensi yang dapat dioptimalkan. Karena itu, pengembangan dilakukan melalui kemitraan dengan tetua adat dan masyarakat dari kaum-kaum adat untuk memanfaatkan lahan secara produktif, antara lain melalui penanaman kopi Arabika dan Robusta.
“Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat dari awal program hingga sekarang mencapai sekitar 50 persen,” ujar Atikah.
Selain pendapatan, program tersebut juga mendorong peningkatan kualitas kopi. Harga jual produk meningkat tiga hingga tujuh kali lipat dibandingkan ketika kopi dijual secara komersial sebelumnya. Bahkan, tahun lalu, kopi yang dikembangkan kelompoknya masuk delapan besar nasional dalam uji cita rasa kopi Robusta tingkat nasional yang diselenggarakan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Gilar Ramdhani. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385796/original/094279600_1793269455-email-attachment_2026_10_29_ardiansyah-putra_umkm-lampung-tembus-pasar-italia-hingga-china-kopi-sangrai-jadi-andalan-baru_1001804811.jpg)

