ASCOPE Maksimalkan Potensi Hulu Migas di Asia Tenggara

Ascope Secretary in Charge (ASIC), Henricus Herwin, mengatakan forum ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) mendorong optimalisasi aset hulu minyak dan gas bumi (migas) di kawasan Asia Tenggara.
"Tujuan forum hari ini adalah membantu kawasan kita memaksimalkan potensi setiap aset hulu minyak dan gas bumi sepanjang siklus hidupnya," ujar Henricus dalam pembukaan ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Bali, Senin (26/10), dikutip dari Antara.
Optimalisasi aset tersebut ditempuh melalui penguatan kerja sama regional, pertukaran data, serta berbagi pengalaman dalam mengelola aset sepanjang siklus hidupnya.
Kolaborasi antarnegara menjadi semakin penting di tengah tantangan mempertahankan produktivitas lapangan migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun sekaligus menarik investasi untuk kegiatan eksplorasi baru.
Henricus mengatakan negara-negara ASEAN menghadapi tantangan menjaga daya tarik investasi pada lapangan eksisting, agar produksi dapat berlanjut lebih lama dan mendorong eksplorasi untuk menjamin keberlanjutan industri hulu migas pada masa mendatang.
"Dengan berbagi bukti, data, dan pengalaman di antara anggota ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset yang dikelolanya masing-masing, sekaligus mengubah pengetahuan regional menjadi sesuatu yang nyata dan dapat diterapkan," ucap Henricus.
Salah satu rangkaian forum ASCOPE adalah Exploration and Production Task Force (EPTF), badan kerja yang mempertemukan pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN yang terlibat dalam pelaksanaan, pengaturan, dan perencanaan kegiatan operasi hulu migas. Henricus mengatakan EPTF menjadi salah satu badan kerja yang paling praktis dan produktif.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) Ikhsan Kiat menekankan keberlanjutan industri energi tidak cukup hanya ditopang oleh ketersediaan sumber daya alam dan infrastruktur.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



