AI Diproyeksi Ciptakan 170 Juta Pekerjaan Baru di 2030

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital diperkirakan membawa perubahan besar terhadap pasar tenaga kerja global. Otomatisasi dan digitalisasi berpotensi menciptakan 170 juta pekerjaan baru, tetapi pada saat yang sama juga menghilangkan 92 juta pekerjaan hingga 2030.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedy Permadi mengatakan proyeksi tersebut merujuk pada laporan World Economic Forum (WEF) yang diterbitkan pada 2020. Angka itu menggambarkan dampak otomatisasi dan digitalisasi secara luas, bukan AI secara khusus.
"WEF memperkirakan otomatisasi dan digitalisasi hingga 2030 dapat menciptakan 170 juta pekerjaan, sementara 92 juta pekerjaan lainnya akan hilang. Saya merujuk pada laporan WEF yang diterbitkan pada 2020," kata Dedy dalam workshop Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea (IKJN) di Jakarta, Jumat (30/10).
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



