Ada Fenomena Baru di Wall Street: "Cash is The King"

Jakarta, CNBC Indonesia- Wall Street mulai mengubah cara pandang terhadap investasi besar-besaran perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Investor kini tidak hanya melihat seberapa besar perusahaan menggelontorkan modal untuk mengembangkan AI. Saat ini, kemampuan mereka "menghasilkan arus kas" untuk membiayai ekspansi tersebut menjadi kunci. Bak cash is the king, investor ingin melihat apakah perusahaan-perusahaan itu benar-benar menghasilkan dana segar.
Microsoft dan Oracle misalnya, keduanya mendapat respons positif dari investor karena dinilai mampu membiayai ambisi AI mereka tanpa terus-menerus bergantung pada pendanaan eksternal. Sebaliknya, Alphabet, induk Google, dan Amazon justru mendapat tekanan setelah laporan keuangan mereka menunjukkan besarnya kebutuhan kas untuk investasi infrastruktur AI.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh sef. Hak cipta artikel milik penerbit.



