CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Volume Penjaminan Tembus Rp271,20 T, Jamkrindo Pacu Penguatan Bisnis

Volume Penjaminan Tembus Rp271,20 T, Jamkrindo Pacu Penguatan Bisnis
Foto: Pegawai Jamkrindo melakukan pelayanan kepada nasabah. (Dok. Jamkrindo)

Semarang, CNBC Indonesia - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo hingga September 2026 secara konsolidasi mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp271,20 triliun, dengan jumlah terjamin mencapai 2,97 juta usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K) dan dukungan terhadap 9,46 juta tenaga kerja.

Sejalan dengan capaian tersebut, Jamkrindo juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,1 triliun.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, pencapaian kinerja tersebut mencerminkan strategi bisnis yang adaptif, pengelolaan risiko yang kuat, serta optimalisasi peluang pertumbuhan secara terukur.

Menurutnya, perusahaan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio agar dapat memperkuat daya saing serta memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

"Bagi Jamkrindo, menjaga kinerja bukan semata-mata tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut memiliki fondasi yang kuat dan memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas perusahaan, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta mengoptimalkan peluang bisnis agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi UMKM dan perekonomian nasional," ujar Abdul Bari di sela-sela kegiatan Pemimpin Redaksi Gathering Jamkrindo, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan Pimred Gathering tersebut turut dihadiri oleh Direktur Bisnis Penjaminan Ardhi Setyarko; Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Krisna Johan; Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Ivan Soeparno; Direktur Keuangan dan Investasi Alia Nur Fitri; Direktur Operasional dan Jaringan Sigit T. Prabowo; serta Plt. Direktur Utama Jamkrindo Syariah Loesdarwanto.

Sejalan dengan penguatan kinerja tersebut, Jamkrindo mendukung arahan pemegang saham terkait streamlining klaster penjaminan konvensional dan syariah sebagai langkah strategis untuk membangun struktur industri yang lebih efisien, terintegrasi dan optimal. Langkah tersebut sejalan dengan aspirasi pemerintah untuk membangun perusahaan BUMN yang feasible, sizeable, sustainable, dan global player.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Achmad Aris. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda