Unggul Tipis, Netanyahu Ketakutan Partai Palestina Raup Banyak Suara

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh partai-partai oposisi berupaya mengandalkan dukungan partai-partai Palestina-Israel (atau biasa disebut partai Arab Israel) untuk membentuk pemerintahan.
Hal itu diutarakan ketika partainya yang berkuasa, Likud, terus kejar-kejaran suara dengan rival terberatnya, Partai Yashyar, pimpinan eks panglima militer Israel Gadi Eisenkot, dalam penghitungan cepat suara pemilihan umum Israel yang berlangsung pada Selasa (27/10).
Netanyahu menegaskan Israel tidak boleh terlena dengan partai oposisi dan membiarkan partai-partai Palestina-Israel memperbesar suaranya di parlemen. Menurutnya, Israel membutuhkan mayoritas "Zionis" yang bersatu.
Dikutip Al Jazeera, PM Netanyahu menegaskan Israel tidak seharusnya bergantung pada partai-partai Arab yang ia tuduh "menentang keberadaan kami".
Netanyahu juga menuduh lawan-lawan politiknya melemahkan posisi tentara Israel dan mengabdi pada kepentingan musuh-musuh Israel.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



