Studi Sebut Perubahan Iklim Ancam Pangan Asia Tenggara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Perubahan iklim diproyeksikan menekan produksi sejumlah tanaman pangan utama di Asia Tenggara. Padi, jagung, dan tebu diperkirakan mengalami penurunan hasil produksi dalam dua dekade mendatang akibat meningkatnya suhu, gelombang panas, serta perubahan pola curah hujan.
Studi ASEAN Agri Climate Impact Twenty yang dirilis Badan Pangan Singapura bersama Universitas Nasional Singapura memperkirakan produksi padi di kawasan Asia Tenggara rata-rata turun 3 hingga 5 persen pada periode 2025–2044. Sementara itu, produksi jagung diproyeksikan berkurang 5 hingga 6 persen dan tebu sekitar 1 hingga 4 persen.
Di sisi lain, produksi singkong diperkirakan meningkat hingga 16 persen. Adapun produksi kedelai berpotensi tumbuh 11 hingga 13 persen.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Pebrianto Eko Wicaksono. Hak cipta artikel milik penerbit.



