Soal Meta AI, Komdigi Tegaskan Tak Pernah Minta Batasi Konten Karhutla
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9385367/original/068181800_1793255320-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_13.23.19.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong platform digital lebih terbuka dalam mengelola algoritma dan moderasi konten. Masyarakat perlu mengetahui alasan sebuah informasi muncul, dibatasi, atau tidak menjangkau pengguna lain di media sosial.
Polemik ini muncul setelah Meta AI menyebut pemerintah meminta konten tentang kebakaran hutan dan lahan karhutla dibatasi. Komdigi kemudian menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta pembatasan konten itu.
Komdigi menilai keterbukaan platform penting agar masyarakat tidak keliru memahami keputusan yang diambil sistem digital.
“Masyarakat berhak mengetahui bagaimana algoritma kemudian memengaruhi informasi yang mereka terima,” ujar Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli Jeni Indarto, dalam acara Ngopi Bareng Komdigi, Kamis (29/10/2026) di Jakarta.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.



