Sinopsis dan Review Film The Doll Ghawiah, Teror Boneka Seram di Babakan Siliwangi Bandung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375803/original/005505000_1792227382-asdedfilm_thedoll_1791627045_4004779986629538017_2023103118.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - The Doll Ghawiah mengambil latar cerita pada zaman dahulu tepatnya pada 1988. Kisah mencekam ini berangkat dari keluarga Arya dan Evi yang membuat keputusan untuk berpindah kota dari Ibu Kota Jakarta ke Babakan Siliwangi Bandung, Jawa Barat bersama kedua anak mereka yakni Gita dan Nala.
Di Bandung, keluarga Arya dan Evi membuka sebuah restoran yang dijadikan sebagai mata pencaharian. Di balik itu keputusan pindahan yang mereka ambil didasari oleh nasib perekonomian mereka yang tidak baik di Ibu Kota, sehingga mereka pindah dengan mengantongi harapan agar keadaan berangsur baik.
Namun, hanya dalam beberapa waktu sampai di kota yang baru, kejadian aneh mulai bermunculan. Anak bungsu mereka, yakni Gita menemui anak kecil yang tidak diketahui asal usulnya di hutan Babakan Siliwangi.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Afradhiya N. R. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377513/original/041729500_1792467674-Begadang__1978_.jpg)
