ANTARA Bacaan 7 menit

Sejauh mana langkah Oklahoma City Thunder di NBA musim 2026/2027

Sejauh mana langkah Oklahoma City Thunder di NBA musim 2026/2027
Pemain bintang Oklahoma CIty Thunder Shai Gilgeous Alexander merayakan kemenangan timnya atas Phoenix Suns dalam laga Playoff NBA di Phoenix, Minggu (26/4/2026) WIB. (ANTARA/X/okcthunder)

Jakarta (ANTARA) - Oklahoma City Thunder memasuki musim NBA 2026/2027 dengan misi besar untuk kembali merebut gelar juara. Setelah menjadi kampiun pada 2025, perjalanan mereka musim lalu harus terhenti di Final Wilayah Barat. Kini, Shai Gilgeous-Alexander dan kawan-kawan perlu membuktikan bahwa Thunder masih menjadi salah satu kekuatan utama di NBA.

Thunder sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Mereka menutup musim reguler 2025/2026 sebagai pemuncak Wilayah Barat dengan 64 kemenangan dan 18 kekalahan. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengantarkan mereka kembali ke Final NBA setelah San Antonio Spurs menyingkirkan mereka dalam seri tujuh pertandingan.

Musim reguler NBA 2026/2027 akan dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, atau Rabu, 21 Oktober waktu Indonesia. Thunder langsung menghadapi Spurs dalam pertandingan pembuka di Frost Bank Center, San Antonio.

Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 20.30 waktu setempat, atau Rabu pukul 08.30 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan pertama bagi Thunder untuk menghadapi tim yang mengakhiri perjalanan mereka di playoff musim lalu.

Pertemuan tersebut juga menyimpan cerita menarik. Thunder berstatus juara bertahan ketika memasuki playoff 2026, tetapi Spurs berhasil merebut tiket ke Final NBA setelah menang 111-103 pada gim ketujuh Final Wilayah Barat. Kini, Thunder punya kesempatan untuk memperlihatkan seberapa jauh mereka berkembang setelah kegagalan tersebut.

Rekor 64-18 pada musim reguler 2025/2026 memperlihatkan betapa konsistennya Thunder. Mereka finis di posisi pertama Wilayah Barat dan memiliki salah satu pertahanan terbaik di liga.

Thunder mencetak rata-rata 119 poin per pertandingan, sedangkan lawan hanya mampu menghasilkan 107,9 poin. Selisih rata-rata 11,1 poin per pertandingan menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah NBA.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda