ANTARA Bacaan 2 menit

Rumah pompa dan jalan pulang air

Rumah pompa dan jalan pulang air

Ketahanan kota tidak dibangun hanya dengan memindahkan air secepat mungkin, melainkan dengan mengatur ke mana air mengalir, berapa banyak yang dapat ditampung, dan bagaimana layanan tetap bekerja saat kondisi terburuk datang.

Surabaya (ANTARA) - Hujan yang turun sebentar bisa mengubah ritme sebuah kota. Jalan yang semula lancar menjadi sulit dilalui, halaman rumah tergenang, kegiatan usaha tertunda, dan warga harus menghitung ulang waktu untuk berangkat bekerja.

Bagi warga di kawasan rawan banjir di Kota Surabaya, Jawa Timur, ukuran keberhasilan pengendalian air bukanlah seberapa megah bangunan rumah pompa, melainkan seberapa cepat air surut dan seberapa kecil gangguan yang mereka rasakan.

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan progres pembangunan rumah pompa dan infrastruktur pendukung pengendalian banjir telah mencapai 90 persen pada akhir Oktober 2026.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Abdul Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda