CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Ramai Data Center Rebutan Air dengan Petani dan Warga, Ini Faktanya

Ramai Data Center Rebutan Air dengan Petani dan Warga, Ini Faktanya
Foto: REUTERS/Vincent West

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecanggihan teknologi yang memberikan kemudahan ternyata memiliki dampak yang serius bagi lingkungan. Salah satunya pembangunan data center. Sekitar seperempat data center di seluruh dunia berada di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air setidaknya selama satu bulan dalam setahun.

Perlu diketahui, kondisi ini berpotensi memburuk seiring kenaikan suhu global dan meningkatnya kebutuhan air untuk mendinginkan fasilitas tersebut.

Temuan ini berasal dari studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology. Tim peneliti yang dipimpin Carnegie Institution for Science di Amerika Serikat memetakan lokasi 9.347 data center yang teridentifikasi di seluruh dunia.

Para peneliti menemukan sekitar 25% data center berada di wilayah dengan kesenjangan pasokan air, yakni ketika permintaan air melampaui ketersediaan air setempat.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Romys Binekasri. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda