CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Pertamina Dorong Mitra Binaan Kumpulkan Minyak Jelantah Untuk Bioavtur

Pertamina Dorong Mitra Binaan Kumpulkan Minyak Jelantah Untuk Bioavtur
Foto: dok: Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga melalui pembinaan bank sampah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah melakukan kegiatan pengumpulan minyak jelantah yang dilakukan oleh sejumlah bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden RI mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu dan komunitas setempat dalam mengelola minyak jelantah. Menurutnya, inisiatif dari lingkungan rumah tangga ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan nilai ekonomi.

"Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tuturnya dalam siaran pers yang diterima, Selasa (26/10/2026).

Melalui pengumpulan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya memperoleh nilai ekonomi dari limbah rumah tangga, tetapi juga turut berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku Bioavtur / Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang ramah lingkungan.

Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, yang berlokasi di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap, menceritakan bahwa pengumpulan minyak jelantah awalnya dikembangkan untuk menjawab persoalan lingkungan.

"Kami awalnya tidak mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk apa. Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina Patra Niaga bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, minyak jelantah tidak berserakan, ekonomi kelompok juga meningkat, dan jumlah nasabah kami semakin banyak," ujar Rumdani.

Bank Sampah Cahaya Asri mengembangkan pendekatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Minyak jelantah yang dikumpulkan warga dapat ditukarkan dengan uang maupun kebutuhan pangan, seperti telur. Melalui upaya tersebut, Bank Sampah Cahaya Asri mampu mengumpulkan sekitar 50-60 kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk kemudian disalurkan melalui mitra pengumpul.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh pgr. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda