Partai Menang di Pemilu Israel Tak Bisa Langsung Pilih PM, Kenapa?

Israel baru saja menggelar pemilihan umum (Pemilu) pada Selasa (27/10) hingga kini perhitungan surat suara masih dilakukan.
Komite Pemilu Pusat melaporkan sekitar 56 persen atau 2,8 juta surat suara sudah dihitung. Hasilnya, Partai pimpinan Benjamin Netanyahu, Likud, unggul dengan 20, 7 persen, partai Yashar milik Gadi Eisenkot dengan 16,7 persen.
Kemudian di urutan ketiga ada Aliansi Togehter milik Naftali Bennet dengan perolehan 9 persen, demikian dikutip Al Jazeera.
Dengan hasil sementara itu, blok Netanyahu memperoleh 55 kursi dan oposisi 49 kursi. Untuk membentuk pemerintahan, partai atau koalisi membutuhkan 61 kursi.
Artinya, baik Netanyahu maupun pesaing kuatnya perlu merayu partai-partai lain untuk bergabung agar bisa membentuk pemerintahan. Dan kondisi ini biasanya memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu,
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



