Mengapa Partai Arab di Israel Melesat di Tengah Rasisme Sayap Kanan?

Pemilihan umum (Pemilu) Israel kali ini mencatat sejarah baru.
Partai-partai Arab Israel yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan, kini menjadi sorotan lantaran diproyeksikan meraih 18 kursi di parlemen Israel, Knesset.
Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah sejak partai-partai Arab Israel dalam beberapa dekade terakhir.
Data jajak pendapat yang dirilis pada Selasa (27/10) menunjukkan dua partai utama yang dipimpin warga Arab Israel, yakni Joint List dan Ra'am, berpotensi mendapat 18 kursi dari total 120 kursi di Knesset.
Di sisi lain, hasil jajak pendapat menunjukkan blok oposisi yang dipimpin Partai Yashar milik mantan Panglima Militer Israel, Gadi Eisenkot, dan blok yang dipimpin Partai Likud milik Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, masing-masing imbang memperoleh 51 kursi.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



