CNBC Indonesia Bacaan 4 menit

Mahasiswa Berhasil Tumbangkan Penguasa, Selanjutnya Apa?

Mahasiswa Berhasil Tumbangkan Penguasa, Selanjutnya Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerakan mahasiswa Serbia berhasil menumbangkan dominasi Aleksandar Vucic, pemimpin yang telah lama berkuasa bersama partainya, dalam pemilu Minggu (25/10/2026). Keberhasilan ini menjadi pencapaian besar bagi gerakan protes yang selama dua tahun terakhir menggelar demonstrasi damai.

Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai, yakni mengelola pemerintahan, sesuatu yang belum pernah dijalani oleh para mahasiswa maupun kandidat pilihan mereka.

Puluhan ribu warga turun ke jalan di berbagai wilayah Serbia untuk merayakan kemenangan setelah Vucic mengakui kekalahannya pada Minggu malam. Hasil pemilu bersejarah itu sekaligus menutup rangkaian protes antipemerintah yang berlangsung selama dua tahun.

Di tengah perayaan yang diwarnai suar, kembang api, nyanyian, dan tarian, berbagai pertanyaan mulai muncul. Siapa yang akan menjadi perdana menteri dari gerakan yang tidak memiliki pemimpin tunggal tersebut?

Kebijakan apa yang akan mereka jalankan? Dan mampukah para tokoh yang relatif tidak dikenal di dunia politik itu bekerja sama untuk memperbaiki perekonomian, memberantas korupsi, serta mengelola hubungan luar negeri Serbia yang kompleks?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan stabilitas politik Serbia, negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Balkan Barat, sekaligus arah hubungannya dengan China, Rusia, dan Uni Eropa (UE), mitra dagang terbesarnya.

Dalam laporan pada Senin, Teneo Global Research menilai kemenangan mahasiswa berpotensi mendorong perubahan besar dalam kelembagaan dan kebijakan negara, terutama dalam pemberantasan korupsi, penegakan supremasi hukum, dan peningkatan layanan publik.

"Namun, perlawanan birokrasi terhadap reformasi dan terbatasnya pengalaman gerakan ini dalam menjalankan pemerintahan dapat membuat proses transisi menjadi sulit," tulis Teneo.

Munculnya Sejumlah Nama

Gerakan protes mahasiswa bermula setelah 16 orang tewas akibat runtuhnya kanopi stasiun kereta api di Kota Novi Sad, Serbia utara, pada 2024. Sejak saat itu, demonstrasi yang dipimpin mahasiswa menuntut pertanggungjawaban atas tragedi tersebut sekaligus mendesak pemberantasan korupsi.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh luc. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda