Ini bedanya NBA dengan kompetisi basket lain

Jakarta (ANTARA) - Bagi penonton yang baru mengikuti basket, NBA sering dianggap sebagai kompetisi basket paling berbeda dibandingkan liga-liga lain di dunia.
Padahal, secara dasar permainan, NBA tetap menggunakan konsep yang sama seperti kompetisi basket lainnya. Ada lima pemain di lapangan, empat kuarter, tembakan dua dan tiga angka, shot clock 24 detik, serta pertandingan yang bisa berlanjut ke overtime jika skor imbang.
Lalu, apa yang membuat NBA terasa berbeda?
Jawabannya bukan cuma soal pemain bintang seperti Stephen Curry, Nikola Jokic atau Victor Wembanyama. Ada sejumlah aturan, format kompetisi, sampai sistem pengelolaan liga yang membuat NBA memiliki karakter tersendiri.
Menariknya, beberapa perbedaan tersebut bisa terlihat jelas jika NBA dibandingkan dengan kompetisi berbasis aturan FIBA dan liga profesional negara lain termasuk Indonesia, yaitu Indonesian Basketball League (IBL).
Durasi pertandingan lebih panjang
Salah satu perbedaan paling mudah terlihat adalah durasi pertandingan.
NBA memainkan empat kuarter dengan durasi masing-masing 12 menit. Artinya, waktu permainan normal mencapai 48 menit. Overtime berlangsung selama lima menit.
Sementara itu, kompetisi liga basket negara lain yang menggunakan aturan FIBA memainkan empat kuarter dengan durasi 10 menit. Jika pertandingan berakhir imbang, overtime juga berlangsung lima menit.
IBL mengikuti standar permainan yang berlaku di basket internasional. Karena itu, jangan heran jika durasi pertandingan IBL terasa sedikit lebih pendek dibandingkan NBA.
Perbedaan dua menit per kuarter memang terdengar kecil. Namun, dalam pertandingan level profesional, tambahan delapan menit waktu permainan bisa memberikan pengaruh terhadap rotasi pemain, stamina, strategi, hingga jumlah possession.
Itulah salah satu alasan statistik NBA tidak bisa langsung dibandingkan mentah-mentah dengan statistik liga yang menggunakan durasi FIBA.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Raihan Fadilah. Hak cipta artikel milik penerbit.



