Industri Drakor Alami Krisis, 12 Asosiasi Minta Dana 1 Triliun Won
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295400/original/066499400_1783929035-kjU2KNcDPFFCrFupmekLPzLeEjOtNvoSSt9HnS93.jpg)
Data Asosiasi Produser Drama Korea mencatat jumlah drama yang diproduksi di dalam negeri merosot sekitar 30 persen dalam dua tahun, dari 141 judul pada 2022. Jatah tayang drama di tiga stasiun televisi terestrial juga menyusut, dari 91 judul pada 2012 menjadi 32 judul pada 2023. Sebagian saluran bahkan menghentikan drama hari kerja.
Menurut asosiasi, penyebabnya berlapis. Biaya produksi naik, kemampuan stasiun televisi untuk berinvestasi dan menyediakan slot tayang mengecil, sementara rumah produksi kesulitan mengamankan hak kekayaan intelektual (IP) dan pendapatan lanjutan.
Penurunan itu juga dinilai mengancam lapangan kerja dan ruang berkarya. Kesempatan penulis pendatang baru menggarap karya kedua, pemeran pendukung mendapat peran utama pertama, atau kru pembantu debut sebagai sutradara hanya terbuka jika produksi berjalan konsisten. Basis produksi yang sudah runtuh, kata mereka, tidak otomatis pulih meski kondisi pasar membaik.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Febi Anindya Kirana. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391547/original/062088300_1793939617-ep-03-deuce-fa7adc.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391543/original/036682300_1793938862-IMG-20261105-WA0072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391497/original/009408200_1793937109-L631253.jpg)
