Ekonomi RI Melesat Tapi Kok Warga Banyak Ngeluh? Ini Kata BPS

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% pada kuartal III-2026. Namun, angka pertumbuhan yang terbilang tinggi tersebut ternyata belum tentu dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui masih ada kelompok masyarakat yang merasakan tekanan ekonomi, meski perekonomian nasional tumbuh positif.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang dirilis BPS merupakan gambaran kondisi perekonomian secara agregat, baik berdasarkan lapangan usaha maupun komponen pengeluaran.
Menurutnya, tidak semua sektor usaha memiliki tingkat pertumbuhan yang sama. Karena itu, masyarakat yang bekerja atau menggantungkan penghasilan pada sektor dengan pertumbuhan lebih rendah mungkin belum merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Martya Rizky. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217905/original/082312500_1667827564-WhatsApp_Image_2022-11-07_at_17.09.54.jpeg)
