CNN Indonesia Bacaan 2 menit

Clayface Juara Box Office, tapi You Can See Everything Jadi Primadona

Clayface Juara Box Office, tapi You Can See Everything Jadi Primadona
Clayface sukses menguasai puncak box office Amerika, tapi film dokumenter You Can See Everything masih mendulang penonton sejak debut pekan lalu. (DC Studios/Warner Bros. Pictures)

Clayface sukses menguasai puncak box office Amerika Utara di pekan debut penayangannya, dengan film dokumenter You Can See Everything masih mendulang penonton sejak debut pekan lalu.

Clayface mendapatkan pendapatan awal US$24 juta di pasar domestik dan mendulang US$19 juta di pasar internasional, sehingga perolehan globalnya menjadi US$43 juta.

Pendapatan Clayface tersebut, menurut data Box Office Mojo yang diakses pada Senin (26/10), langsung menggeser Street Fighter dari peringkat pertama ke posisi keempat.

Street Fighter di pekan kedua kali ini mendapatkan US$8,6 juta dan menggenapi perolehan domestiknya menjadi US$46,9 juta. Perolehan minggu ini tersebut turun 72,1 persen dari pekan sebelumnya.

Sementara itu, Street Fighter memperoleh US$32,7 juta dari pasar internasional sehingga pendapatan globalnya menjadi US$79,6 juta.

Sementara Street Fighter merosot tajam, film dokumenter You Can See Everything tetap bertahan di posisi dua. Akan tetapi, perolehan pendapatan film ini justru naik 25 persen dari pekan sebelumnya menjadi US$19,5 juta menjadi US$45,1 juta di pasar domestik.

Menurut Variety pada Minggu (25/10), perolehan You Can See Everything ini adalah sebuah pencapaian yang menandai awal terbaik bagi film dokumenter non-musikal dalam 20 tahun terakhir.

"Memulai penayangan You Can See Everything di 855 bioskop adalah langkah yang sangat cerdas, karena memungkinkan film tersebut untuk membangun pijakan dan momentum sebelum diperluas ke lebih banyak lokasi," ujar Paul Dergarabedian, kepala tren pasar di Rentrak.

"Fakta bahwa sebuah film dokumenter mampu mencatatkan peningkatan pendapatan yang begitu signifikan pada akhir pekan kedua adalah hal yang luar biasa."

Fenomena You Can See Everything bahkan berlanjut di tingkat pembahasan pengamat film. Film ini kini diyakini berpotensi menjadi film dokumenter pertama yang meraih nominasi Best Picture di ajang Oscar.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda