CNN Indonesia Bacaan 2 menit

Banyak Teror, Australia Mau Beri Anggota Parlemen Panic Button

Banyak Teror, Australia Mau Beri Anggota Parlemen Panic Button
PM Australia Anthony Albanese mempertimbangkan pemasangan "tombol panik" (panic button) di kantor-kantor anggota parlemen untuk meningkatkan keamanan. (Foto: AFP/HILARY WARDHAUGH)

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mempertimbangkan pemasangan "tombol panik" (panic button) di kantor-kantor anggota parlemen untuk meningkatkan keamanan di tengah maraknya ancaman terhadap anggota dan staf mereka.

Rencana ini muncul setelah anggota parlemen independen Helen Haines mengalami serangan hingga harus menjalani amputasi kedua kakinya.

Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen Partai Buruh pada Selasa (27/10), Albanese mengatakan pemerintah Australia perlu memperkuat perlindungan bagi anggota parlemen dan staf mereka, baik di kantor konstituen maupun di lingkungan tempat tinggal.

Menurut Albanese, para politisi telah terlalu lama menghadapi lingkungan kerja yang dipenuhi ancaman. Ia berharap pekan ini menjadi titik balik dalam upaya pemerintah menangani ancaman dan permusuhan terhadap wakil rakyat.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda