75% Investasi Pertamina Dialokasikan untuk Bisnis Hulu Migas

Denpasar, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mengalokasikan sebagian besar modal kerja (capital expenditure/capex) pada bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas). Tak tanggung-tanggang, Pertamina mengalokasikan investasi untuk sektor hulu migas hingga 75% dari total capex perusahaan.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyebutkan hal tersebut juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari (bph) pada 2030.
Alokasi itu juga ditujukan untuk mengejar potensi cadangan baru sekaligus menahan laju penurunan produksi secara alami.
"Pertama-tama kita Pertamina mengalokasikan capex terbesar kita di hulu. Karena apa? Karena memang salah satu mandat yang diberikan oleh pemerintah adalah kita meningkatkan produksi hulu. Mungkin rekan-rekan sering mendengar juga target 1 juta barel di 2030. Jadi kita mengalokasikan sekitar 75% dari capex kita ke hulu," katanya di sela acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE), di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).
Di wilayah Sumatra, Pertamina mengalokasikan sebagian capex-nya untuk membangun ekosistem minyak dan gas non-konvensional (unconventional oil and gas) di Blok Rokan. Proyek tersebut tercatat memiliki potensi minyak sebesar 11 miliar barel dan membutuhkan dukungan sekitar 50 vendor agar biaya produksi per sumur dapat ditekan.
"Untuk di Sumatra kita sedang membangun ekosistem untuk unconventional oil and gas di Rokan. Itu potensinya besar sekali, lebih dari 11 miliar barel, tapi tentu butuh ekosistem seperti di Permian Basin di Texas di mana kita punya vendor yang banyak, ada 50 vendor sehingga cost per well-nya itu, biaya produksi per sumurnya itu bisa bisa berkurang," paparnya.
Selain di Blok Rokan, penyerapan alokasi investasi hulu di Sumatra ditujukan untuk mempercepat pengembangan proyek sumur Padang Pancuran di Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang. Wilayah eksplorasi tersebut menjadi salah satu temuan (discovery) jumbo Pertamina dengan potensi minyak mencapai 1 miliar barel.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Firda Dwi Muliawati. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)

